Klarifikasi Kabar Fortnite yang Ternyata Bukan Inspirasi Pelaku Teror

Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:20
smh.com.au

Brenton Tarrant, Terdakwa Pembunuhan ChristChurch di New Zeland.

GridGames.ID - Berita menyedihkan datang dari New Zealand dimana terjadi penembakan jamaah di dua masjid kota Christchurch.

Salah satu pelaku penembakan ini rupanya adalah warga negara Australia bernama Brenton Tarrant.

Sebelum Tarrant melakukan aksi kriminalnya, lelaki berusia 28 tahun tersebut membuat manifesto berjudul "The Great Replacement".

Tarrant sendiri memberikan pernyataan kalau dirinya nggak terinspirasi dari game tembak-tembakan seperti Fortnite dalam manifesto tersebut.

Baca Juga : Pembuat Cheat Apex Legends Ini Menghasilkan 71 Juta Dalam 4 Hari

DocDroid

The Great Replacement milik Brenton Tarrant

Manifesto sebanyak 73 halaman tersebut, Tarrant memang terinspirasi dengan video game namun bukan game battle royale.

Berikut adalah pernyataan Tarrant dalam manifesto mengenai hal yang yang membuat Ia terinspirasi:

Apakah Anda diajari kekerasan dan ekstremisme melalui permainan video, musik, sastra, film?

"Ya, 'Spyro the dragon 3' mengajari saya etno-nasionalisme. Fortnite melatih saya untuk menjadi pembunuh dan ber-floss (dansa khas Fortnite) pada mayat musuh saya. Tidak."

Baca Juga : Siapin Tabungan! Xiaomi Black Shark 2 Akan Rilis di Bulan Maret Ini

Melalui pernyataan Tarrant tersebut, menunjukkan kalau pelaku penembakkan ini benar benar nggak terinspirasi dengan Fortnite.

Sedangkan "Spyro: Year of the Dragon 3" merupakan game jadul di PlayStation yang dibuat oleh Imsoniac Games dan dimainkan oleh anak-anak.

Tarrant rupanya terinspirasi dari 'Knight Justiciar Breivik' sebutan untuk Anders Breivik dimana lelaki ini melakukan pembunuhan 77 orang dalam aksi pengeboman di Oslo, Norwegia.

Hal ini pun juga dinyatakan dalam manifesto miliknya. (*)

Editor : Rian Sidik

Baca Lainnya