EA Buat Paten Teknologi AI Yang Menganalisa Tingkat Kesulitan Games

Senin, 10 Mei 2021 | 13:05
GridGames.ID

Electronic Arts

GridGames.ID -Electronic Arts (EA) kini telah mematenkan beberapa teknologi baru untuk pengembangan game.

Salah satunya adalah teknologi Artificial Intelligence (AI) baru yang memungkinkan untuk mengukur tingkat kesulitan dalam sebuah judul game.

Dilansir dari gamerant, teknologi tersebut berpotensi memungkinkan EA untuk menguji versi beta game dan melihat tingkat kesulitan setiap judul game lebih mudah.

Baca Juga: Bocoran Battlefield 6 Muncul di Sosmed, Hadirkan Pertempuran Modern?

The Verge

Andrew Wilson, selaku CEO dari Electronic Arts

Ada banyak diskusi mengenai tingkat kesulitan sebuah game selama beberapa tahun terkahir.

Seperti tingkat kesulitan bermain judul Demons Souls pada tahun 2009 dan Dark Souls pada tahun 2011.

Baru-baru ini, pertanyaan mengenai tingkat kesulitan game seperti Hades dan Returnal memicu perdebatan kembali.

Teknologi baru EA ini bertujuan untuk menggunakan AI untuk mensimulasikan pengalaman bermain video game dan kemudian menentukan tingkat kesulitan game berdasarkan sejumlah metrik atau alat ukur.

Teknologi yang dipatenkan ini melihat tingkat kesulitan dalam beberapa cara.

Seperti "kesulitan yang nggak konsisten di antaragameplay" yang menyebabkan pemain kehilangan minat bermain hingga "kesulitan disebagian besar gameplay" yang membuat game tersebut harus ditinggalkan.

Menariknya, AI yang dikembangkan oleh EA ini nggak hanya mengukut tingkat kesulitan tertinggi, melainkan juga mengukur tingkat kesulitan terendah.

Baca Juga: EA Banned Lebih Dari 10 Ribu Pemain FIFA Mobile Karena Terbukti Curang

Teknologi EA ini tentunya dapat merevolusi cara pengembang untuk mengatur kesulitan dalam bermain video game.

Meskipun menggunakan AI untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas untuk mengukur tingkat kesulitan game lebih mudah.

Tampaknya nggak menyenangkan bagi mereka yang bekerja sebagai penguji video game profesional.(*)

Baca Juga: Apex Legends Mobile Buka Tahap Early Access ke Sejumlah Negara Asia

Editor : Kama

Baca Lainnya